Rumus IF di Excel

Menguji satu kondisi. Jika benar, tampilkan hasil pertama; jika salah, tampilkan hasil kedua.

Baru pertama kali pakai rumus Excel? Begini cara mengetiknya
  1. Klik sel tempat hasil ingin muncul, misalnya sel kosong di bawah tabel.
  2. Ketik tanda sama dengan, lalu nama fungsi dan kurung buka: =IF(. Semua rumus Excel selalu diawali =.
  3. Isi bagian di dalam kurung (disebut argumen). Untuk memilih range, cukup klik dan tarik mouse di atas sel-selnya. Pisahkan tiap argumen dengan titik koma ;.
  4. Tutup dengan kurung ) lalu tekan Enter. Hasilnya langsung tampil di sel.
  5. Klik lagi sel hasil untuk melihat rumusnya di formula bar (kotak bertanda fx di atas sheet). Mau dipakai di baris lain? Tarik kotak kecil di pojok kanan bawah sel.

Kalau Excel-mu berbahasa Inggris atau region US dan rumus ditolak, ganti titik koma dengan koma.

Penjelasan sederhana

IF adalah cara Excel mengambil keputusan: "kalau begini, tulis ini. Kalau tidak, tulis itu." Persis seperti guru yang menulis "Lulus" kalau nilai di atas 75 dan "Remedial" kalau di bawahnya.

Bagian pertama berisi kondisi, yaitu pertanyaan yang jawabannya benar atau salah, misalnya F2>=10. Bagian kedua dipakai kalau jawabannya benar, bagian ketiga kalau salah.

Sintaks

=IF(kondisi; nilai_jika_benar; [nilai_jika_salah])
ArgumenKeterangan
kondisiPernyataan yang hasilnya TRUE/FALSE, misalnya F2>=10.
nilai_jika_benarHasil saat kondisi terpenuhi.
nilai_jika_salahHasil saat kondisi tidak terpenuhi.

Tanda [kurung siku] berarti argumen opsional. Di Excel berbahasa Inggris/region US, ganti titik koma (;) dengan koma (,).

Contoh rumus IF

Data contoh: penjualan kedai (Sheet Penjualan)

ABCDEFGH
1KodeProdukKategoriKotaHargaQtyTotalCatatan
2P01Kopi SusuMinumanBandung18.00012216.000Promo
3P02Teh TarikMinumanJakarta15.0008120.000
4P03Roti BakarMakananBandung22.0005110.000
5P04Pisang GorengMakananSurabaya12.00020240.000Promo
6P05Es JerukMinumanSurabaya10.00015150.000
7P06Mie GorengMakananJakarta25.0009225.000
8P07Kentang GorengSnackBandung20.0006120.000
fx =IF(F2>=10;"Laris";"Biasa")
HasilLaris

Qty Kopi Susu 12, lebih dari 10, jadi "Laris".

Cara kerjanya, langkah demi langkah

  1. Excel membaca F2, yaitu Qty Kopi Susu: 12.
  2. Kondisinya F2>=10: apakah 12 lebih besar atau sama dengan 10? Jawabannya benar.
  3. Karena benar, Excel menampilkan nilai kedua, yaitu "Laris". Kalau Qty-nya di bawah 10, misalnya Teh Tarik dengan 8, hasilnya akan "Biasa".

Dipakai untuk apa di kantor?

  • Memberi status "Lulus" atau "Remedial" di rekap nilai siswa.
  • Menandai stok "Pesan Ulang" kalau jumlahnya di bawah batas minimum.
  • Memberi bonus kalau penjualan karyawan mencapai target.
  • Menandai tagihan "Lunas" atau "Belum" di buku piutang.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Lupa tanda kutip untuk teks. =IF(F2>=10;Laris;Biasa) akan error #NAME?. Teks harus ditulis "Laris".
  • Salah memilih tanda pembanding, misalnya > padahal maksudnya >=. Nilai yang pas 10 jadi masuk "Biasa".
  • Menumpuk terlalu banyak IF sampai susah dibaca. Kalau kondisinya banyak, pertimbangkan IFS atau tabel bantu.

Error yang sering muncul: #DIV/0!, #NAME?

Progres bab Rumus Logika 0/8 dipelajari
Lanjut: IFS